Sunday, March 12, 2017

KISAH SANTRIWATI YANG MENENTANG CADAR



Mambaus Sholihin. Mungkin pondok pesantren putri yang berbasis di Suci, Manyar, Gresik ini adalah satu-satunya pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU) yang mewajibkan santriwatinya memakai cadar. Jika suatu Anda saat lewat di jalan raya yang menghubungkan Bunder dan Manyar, mungkin Anda akan terkejut karena banyak menjumpai gadis-gadis muslimah memakai cadar. Rata-rata berwarna hitam. Ya, merekalah santriwati pondok pesantren Mambaus Sholihin putri.

Wednesday, February 8, 2017

DIARY : It's Real Volunteer oleh Ikes Dwiastuti





It's Real Volunteer
Ikes Dwiastuti
Pagi ini saya memulai rutinitas seperti biasanya. Bangun di pagi hari lalu melaksanakan kewajiban dan dilanjutkan dengan mengecek e-mail, facebook dan twitter. Yah, sejak dunia “maya” mulai naik daun beberapa tahun terakhir ini, dan akses internet sudah mudah dilakukan dari handphone. Rutinitas tersebut seolah menjadi salah satu kewajiban pagiku layaknya sarapan. Namun, ada yang berbeda di hari ini. Pagi ini saya harus menyalakan Laptop dan menulis.

Tuesday, January 10, 2017

CERPEN : Ku Salah Jatuh Cinta Lagi oleh Syamsul Arief Ghalib





Pengantar : beberapa kisah ini akan ana posting yang bersumber dari buku-buku. alasannya karena komitmen pribadi untuk kembali belajar di mahad serta menghapal Alquran selama 2 tahun. sehingga ada banyak postingan yang copy paste dari sebuah buku kisah dan cerpen dan terjadwal di posting dalam blog ini. oleh karenanya kami mohon maaf serta berharap kisah tersebut bermanfaat dan menginspirasi pembaca. kalo pun ada hal-hal yang kurang setuju dari kisah-kisah yang ana posting kedepan marilah kita saling memperbaiki. wallahualam. Barakallah.. semoga Allah berikan kebaikan..amin


Ku Salah Jatuh Cinta Lagi
Syamsul Arief Ghalib

Randi emang keparat. Dia mutusin aku minggu lalu. Boni memang kurang ajar, dia selingkuh dengan Dian sahabatku sebulan yang lalu. Ryan paling kurang ajar, ternyata dia cuman ngincar uangku. Dan Seo hanya menjadikan aku sebagai pelampiasan sakit hatinya setelah ditinggal sang pacar. Dan puluhan cowok brengsek lainnya yang pernah hadir dalam hari-hariku.

Thursday, December 29, 2016

CERPEN : Facebook oleh Niswardanny Achmad





Pengantar : beberapa kisah ini akan ana posting yang bersumber dari buku-buku. alasannya karena komitmen pribadi untuk kembali belajar di mahad serta menghapal Alquran selama 2 tahun. sehingga ada banyak postingan yang copy paste dari sebuah buku kisah dan cerpen dan terjadwal di posting dalam blog ini. oleh karenanya kami mohon maaf serta berharap kisah tersebut bermanfaat dan menginspirasi pembaca. kalo pun ada hal-hal yang kurang setuju dari kisah-kisah yang ana posting kedepan marilah kita saling memperbaiki. wallahualam. Barakallah.. semoga Allah berikan kebaikan..amin
 


Facebook
Niswardanny Achmad
Awalnya sih dia nge-add aku. Namanya Rio. Mula­-mula basa-basi doang, eh ternyata kami nyam­bung. Apalagi kalau dilihat dari fotonya yang ditampilkan sebagai profile picturenya. Putih, matanya agak sipit dan yang aku suka dia punya alis yang tebal dan rata. Kata orang-orang sih yang punya alis kayak gitu orangnya sabar dan ngayomin. Pokoknya tampangnya cool abis.

Wednesday, November 16, 2016

CERPEN : Aira oleh Indriani Munsir










Pengantar : beberapa kisah ini akan ana posting yang bersumber dari buku-buku. alasannya karena komitmen pribadi untuk kembali belajar di mahad serta menghapal Alquran selama 2 tahun. sehingga ada banyak postingan yang copy paste dari sebuah buku kisah dan cerpen dan terjadwal di posting dalam blog ini. oleh karenanya kami mohon maaf serta berharap kisah tersebut bermanfaat dan menginspirasi pembaca. kalo pun ada hal-hal yang kurang setuju dari kisah-kisah yang ana posting kedepan marilah kita saling memperbaiki. wallahualam. Barakallah.. semoga Allah berikan kebaikan..amin 


Aira
Indriani Munsir
Nikah? Apa harus secepat ini?!” Dito terbelalak. Ia seperti mendengar petir di tengah hari.
"Aku juga nggak tahu, Dit, ini semua di luar kemauan aku.”
Aira tertunduk dan menangis.
“Maksud kamu, ini semua kemauan orang tua kamu?”
Aira mengangguk.

Wednesday, October 5, 2016

KISAH NYATA MUCHTAR PABONTINGI MENINGGALKAN MAKASSAR





Pengantar : beberapa kisah ini akan ana posting yang bersumber dari buku-buku. alasannya karena komitmen pribadi untuk kembali belajar di mahad serta menghapal Alquran selama 2 tahun. sehingga ada banyak postingan yang copy paste dari sebuah buku kisah dan cerpen dan terjadwal di posting dalam blog ini. oleh karenanya kami mohon maaf serta berharap kisah tersebut bermanfaat dan menginspirasi pembaca. kalo pun ada hal-hal yang kurang setuju dari kisah-kisah yang ana posting kedepan marilah kita saling memperbaiki. wallahualam. Barakallah.. semoga Allah berikan kebaikan..amin 

SALAH SATU BAB BUKU BURUNG-BURUNG CAKRAWALA


Tak jelas bagiku apakah di masa aku tumbuh, Makassar masih memiliki satu perpustakaan yang memadai dan mengkini. Jika tak salah, Perpustakaan Negara dulu terletak di perempatan Jalan Sam Ratulangi. Tetapi, kala itu aku masih terlalu kecil untuk ikut menikmatinya. Beberapa kali aku sempat berkunjung ke perpustakaan yang ada di dalam Benteng Ujung Pandang (Fort Rotterdam). Sewaktu di tahun 1964 aku mulai senang membaca buku-buku tebal dalam bahasa Inggris, Franklin Library yang disponsori Kedutaan Besar Amerika sudah ditutup barangkali setahun sebelumnya bersamaan dengan meningkatnya ofensif gerakan komunisme.

Monday, September 5, 2016

CERPEN : Daeng is My Hero oleh Jayanti




Pengantar : beberapa kisah ini akan ana posting yang bersumber dari buku-buku. alasannya karena komitmen pribadi untuk kembali belajar di mahad serta menghapal Alquran selama 2 tahun. sehingga ada banyak postingan yang copy paste dari sebuah buku kisah dan cerpen dan terjadwal di posting dalam blog ini. oleh karenanya kami mohon maaf serta berharap kisah tersebut bermanfaat dan menginspirasi pembaca. kalo pun ada hal-hal yang kurang setuju dari kisah-kisah yang ana posting kedepan marilah kita saling memperbaiki. wallahualam. Barakallah.. semoga Allah berikan kebaikan..amin



Daeng is My Hero
Jayanti 
Daeng, begitu aku memanggil kakakku. Setiap pagi buta ia pergi menembus dingin dan kabut, menggoyang becak. Becak itulah yang menjadi satu-satunya barang berharga bagi kami.